Rabu, 21 Maret 2012

Menganalisa Web yang Lebih Bersifat Informatif

Saya disini akan menganalisa antara kedua web lowongan kerja yang telah saya coba untuk login. Web pertama LowonganKerja.com. Pertama saya telah sign up terlebih dahulu ke web tersebut, dalam pendaftaran lowongankerja.com cukup detail dan terperinci dalam menyajikan data pribadi yang harus diisi. Tetapi lumayan ribet harus dengan mengisi kolom perusahaan untuk mendaftar pekerjaan yang akan dipilih. Setelah itu kita akan terdaftar dalam iklan lowongankerja, dan dapat menunggu email dari web tersebut apakah kualifikasi yang telah diisi telah sesuai atau belum. Serelah email itu masuk maka kita bisa lihat apakah kolom pekerjaan yang dicari ada yang memenuhi kriteria yang telah kita masukkan kedalam web tersebut.
Di Web lowongankerja ini bersifat kurang bersifat informatif karena email yang masuk itu berupa  notifikasi, dan pekerjaan yang diinginkan pun kurang diminati. Email yang masuk ini tidak sesuai kriteria yng telah kita masukkan kedalam pada kolom yang telah terdaftar.
sedangkan pada jobstreet ini dari segi pendaftaran pun sangat detail dari salary dsb pun ada pada kolom yang harus diisi, pemberitahuan kepada user pun berupa email.
email masuk berupa pemberitahuan bahwa ada kualifukasi pekerjaan yang kita inginkan pada web tersebut. Ini sangat bersifat informatif dibandingkan web yang pertama, dan sangat jelas, dari tempat bekerja, pendapatan dalam sebulan. Dan berbagai keprluan dalam melamar kerja.

~ Maka kesimpulan dari analisa diatas adalah web kedua lah yang lebih bersifat infomatif dibandingkan dengan web pertama, mudah di mengerti karena dengan bahasa yang singkat dan jelas. Lebih komunikatif dan lowongan pekerjaannya pun dapat di setting apakah mau sebulan, sehari mendapat notifikasi dari web tersebut.

Kamis, 12 Januari 2012

Hubungan Internet Dengan Psikologi


Di era globalisasi ini perkembangan internet sangatlah pesat, internet dapat digunakan dengan mudah. Banyak gadget yang menyediakan fasilitas internet untuk memudahkan kita dalam menggunakan internet sebagai kebutuhan sehari-hari. Warnet pun sekarang mudah ditemui dimana-mana, bahkan resto-resto sekarang banyak yang menyediakan fasilitas wifi yang menarik untuk pelanggan untuk datang, bukan hanya selain makan dan minum tetapi juga dapat menggunakan fasilitas yang tersedia di tempat tersebut. Banyaknya gadget yang memudahkan kita dalam mengakses internet contohnya seperti, handphone, tablet Pc, smartphone, laptop dan banyak lagi. Yang tidak hanya memudahkan berinternet, dan banyak fasilitas canggih lainnya.
Pemakaian internet yang mudah dan cepat, akan mempermudah anak-anak dibawah umur menggunakannya. Ini akan berakibat anak dibawa umur dapat melihat yang tidak panatas, seperti pornografi, kekerasan dan banyak hal lagi. Orang tua dalam hal ini sebagai pengawas, harus memberi pengawasan ekstra kepada anak-anak nya. Karena dampak negatif dari internet sangatlah buruk. Contoh saja, anak-anak belum bisa membagi waktu dengan benar, mereka bisa saja kelupaan mengerjakan kewajibannya karena asyik bermain internet sehingga lupa waktu. Terlebih apabila mereka membuka situs yang berbau pornografi, dampak psikologis bagi si anak sangatlah buruk. Bahkan penggunaan internet yang berlebihan pada orang dewasa-pun tidak kalah berdampak negatif. Sebut saja seorang pegawai di perusahaan lupa akan pekerjaan utamanya karena penggunaan internet yang berlebihan.
Selain itu, penggunaan internet yang sangat berlebihan dapat membuat seseorang menjadi lupa waktu dan akhirnya menjadi kecanduan, hal ini biasa disebut (Internet Addiction Disorder/IAD). Jika individu tersebut sulit mengontrol waktu, maka akan semakin banyak yang terabaikan. Contohnya: makan tidak teratur, tidur tidak teratur, kelelahan fisik, kegagalan dalam mengatur waktu , kegagalan menyelesaikan tugas, kegagalan pendidikan/pekerjaan, serta gangguan psikologis. Seorang psikiater dari New York university, menemukan adanya gangguan kejiwaan pada individu yang kecanduan internet, yang disebut sebagai “Truman Show Delusion”, beberapa ahli psikologi lain menyebutnya sebagai “Internet Delusion”. Perilaku ini seperti gangguan delusi pada umumnya, individu seperti merasa dimatai-matai, berbicara sendiri menyangkut internet, pikiran yang tenggelam dengan dunia maya.

Jumat, 17 Juni 2011

Berkomunikasi Dengan anak

Berkomunikasi dengan anak baik secara verbal maupun non verbal sangat diperlukan dalam sebuah keluarga. Komunikasi akan menjembatani hubungan yang harmonis antaranggota keluarga, serta bisa membantu menyelesaikan masalah-masalah yang timbul dalam sebuah keluarga. Permasalahan yang tidak tuntas dalam sebuah keluarga seringkali menjadi penghambat perkembangannya secara psikis dan mental. Padahal, kedua faktor ini sangat penting untuk menunjang masa depannya.
Berkomunikasi dengan anak tidak selalu harus berhubungan dengan hal-hal yang bersifat serius. Dimulai dari hal-hal kecil yang menyenangkan, misalnya seputar dunia bermainnya, kegiatan yang paling disukainya selain bermain, teman-temannya, atau tayangan televisi yang sering ditontonnya. Di masa kanak-kanak, komunikasi verbal merupakan hal terpenting yang harus dilakukan orang tua secara proaktif karena di masa inilah anak belajar banyak hal, termasuk berbicara, ngobrol dan bercerita. Selain itu, anak juga akan meniru banyak hal dari lingkungan terdekatnya, terutama orang tua dan keluarga.
Ngobrol atau curhat dalam situasi yang nyaman bisa menumbuhkan keterbukaan sifat dan sikap anak terhadap diri dan lingkungannya. Dengan bercerita dan berbagi dengan orang tuanya tanpa adanya tekanan anak akan merasa dihargai, didengarkan dan dicintai, sehingga tumbuh menjadi pribadi yang hangat, ramah, percaya diri dan tidak kaku. Mengajak anak berbicara dapat dikatakan melatih anak untuk bisa berkomunikasi dua arah, belajar mengungkapkan perasaan dan pemikirannya, serta mengasah kemampuan verbalnya dengan benar. Lebih jauh lagi, komunikasi melalui ngobrol, curhat atau saling berbagi cerita bisa lebih mendekatkan dan mengeratkan kasih sayang antara orang tua dengan anak.
Bagaimana cara berkomunikasi yang baik dengan anak?
Ada beberapa cara sederhana untuk menjalin komunikasi yang harmonis dengan anak. Pertama, tahu sikon. Hal ini juga termasuk memahami karakter dan sifat anak. Ketika anak terlihat tidak mood untuk diajak bicara atau situasi rumah sedang tidak nyaman untuknya, jangan dulu diajak bicara. Biarkan ia melepaskan bebannya atau menetralisir perasaannya hingga moodnya kembali. Dengan demikian, kita memberikan kesempatan kepada anak untuk menyelami masalah, memahaminya dan mungkin bisa diselesaikannya sendiri. Kedua, menciptakan suasana obrolan yang nyaman, sehingga anak merasa tenang dan leluasa untuk bicara atau bercerita. Ketiga, usahakan untuk tidak memotong ucapan anak, biarkan ia menyelesaikan kalimat atau ceritanya, sehingga ia juga terbiasa untuk tidak memotong ucapan kita. Ini merupakan latihan untuk menghormati dan menghargai pembicaraan orang lain. Keempat, jangan menghakimi/men-judge ketika anak sedang bercerita atau mencurahkan permasalahannya. Dengar dan simaklah dengan saksama. sikap menghakimi akan membuat anak merasa direndahkan dan bisa berakibat ia tidak mau lagi curhat dengan orang tuanya. Kelima, berikan motivasi dan ilmu dalam setiap pembicaraan, sekalipun dengan nada bercanda atau bergurau. Ini akan membuatnya rileks, merasa tidak digurui dan didikte oleh orang yang lebih dewasa dan tanpa disadarinya ia mendapatkan ilmu dari setiap pembicaraan dengan orang tuanya. Kelak, ia bisa mudah belajar dari apa yang ia lihat, ia dengar dari hal-hal kecil sekalipun. Keenam, biarkan ia berbicara secara ekspresif, mengungkapkan perasaannya, pemikiran dan harapan-harapannya. Hal ini merupakan latihan untuk bebas berpendapat dan mengasah kemampuan menyelesaikan setiap permasalahan dengan komunikasi

Manfaat Humor

Setiap orang, termasuk saya memiliki sense of humor, yakni kemampuan untuk melihat segi kejenakaan dari kehidupan, tetapi tidak semua orang mampu merasakanya secara optimal dan menunjukkannya secara ekspresif. Humor bisa menyebabkan kelucuan hingga membuat kita bisa tersenyum dan tertawa. Secara fisik dan psikis, tersenyum dan tertawa membuat kondisi kita rileks, senang dan segar. Kondisi ini tentu berpengaruh besar terhadap kesehatan mental dan fisik, sehingga humor bisa kita manfaaatkan sebagai alternatif terapi yang murah dan efektif. Mengapa humor bermanfaat sebagai terapi?
Penelitian para ahli menunjukkan bahwa humor bisa menyebabkan orang lebih banyak tertawa, terutama orang dewasa. Dalam sehari, orang dewasa hanya tertawa 15 kali, sedangkan anak kecil bisa sampai 300 kali. Bisa dipahami, karena anak-anak memandang dunianya sebagai tempat bermain, tidak seserius orang dewasa. Sense of humor anak-anak lebih mudah tersentuh daripada orang dewasa. Melihat kupu-kupu terbang kesana kemari saja, anak-anak bisa tertawa, sedangkan orang dewasa membaca cerita humor pun belum tentu bisa tertawa. Padahal, para peneliti sudah membuktikan bahwa humor, tersenyum dan tertawa baik untuk kesehatan, baik fisik maupun mental. Dengan tertawa kita bisa menghilangkan stress dan mencegah sekitar 70 % penyakit. Ini membuktikan bahwa hati yang senang dan pikiran yang tenang akan menstimulasi kesehatan badan.
Dokter Madan Kataria, seorang psikiater asal India (Mumbai) yang juga pendiri Laughter Club International dengan 70 cabang negara bagian menyatakan bahwa yang membedakan frekuensi tertawa antara anak-anak dan orang dewasa adalah karena faktor logika. “Anak-anak bisa tertawa tanpa sebab karena otaknya belum mengerti tentang logika, tapi orang dewasa tertawa jika menurut logikanya ada yang lucu. Jadi jika tidak ada logikanya, ia tidak tertawa,” jelas dokter yang juga menulis buku Laugh For No Reason tersebut. Ia menekankan, pentingnya tertawa bagi orang dewasa. Mengawali hari dengan senyum dan tertawa selama 15 menit merupakan terapi fisik dan psikis untuk lebih bersemangat melakukan aktivitas dan menyegarkan pikiran sepanjang hari. Lalu apa saja manfaat humor dalam kehidupan kita sehingga bisa kita jadikan terapi?
Pertama, humor dapat menstabilkan kondisi psikis seseorang, yakni bisa mengurangi kecemasan dan menghilangkan stress, sehingga berpengaruh dalam meningkatkan kesehatan mental. Humor bisa membuat kita tertawa. Dengan tertawa, hormon anti stres (endorphin) akan dilepaskan dan akan mengalahkan hormon pemicu stres (cortisol, adrenalin, epinephrine) yang keluar ketika stres. Hal ini bisa mengurangi tekanan darah yang merupakan penyebab berbagai penyakit.
Kedua, humor dapat mengembalikan kondisi kesehatan dan kekebalan tubuh, sehingga mampu mencegah penyakit. Pada saat kita tertawa, sistem kekebalan tubuh dan sistem pada tulang, pembuluh darah jantung maupun otot bekerja lebih aktif. Tertawa terbahak-bahak diketahui bisa meningkatkan sistem imun dalam tubuh dengan cara memicu produksi sel-sel limfosit yang bertindak sebagai pembunuh stres alami yang menurut para peneliti menjadi pemicu hampir 70% penyakit, mulai dai hipertensi, jantung, depresi, insomnia, migrain, pikun, alergi, dan lain-lain. Studi ilmiah membuktikan bahwa terjadi penurunan 10-20 mm tekanan darah ketika seseorang tertawa selama 10 menit.
Ketiga, humor efektif dalam menstimulasi pikiran dan perasaan positif karena humor membuat hati kita senang. Perasaan senang ini menjadi energi positif yang mendorong meningkatnya mood, lebih mudah berpikir, menemukan ide-ide baru yang mungkin tidak terpikirkan sebelumnya, sehingga kita lebih kreatif dan lebih bersemangat melakukan aktivitas.
Keempat, humor bermanfaat dalam menjalin relasi sosial dan meningkatkan kualitas aktivitas kita sehari-hari. Humor bisa membuat kita tertawa dan merasa senang. Hati senang biasanya akan membuat kita bersikap lebih baik terhadap orang lain, sehingga kita bisa disukai dalam pergaulan. Selain itu, kemampuan menciptakan humor bisa membuat kita lebih mudah berkomunikasi dengan orang lain dan bisa membangun relasi sosial secara intensif. Komunikasi yang baik akan menunjang kesuksesan kita dalam berkarya dan berusaha. Dengan demikian, menjadikan humor sebagai terapi setiap hari bisa meningkatkan kualitas kesehatan.
Tulisan ini sendiri merupakan alarm bagi saya untuk menyegarkan hati dan pikiran dengan humor, sehingga sense of humor saya tidak tertimbun. Sesekali kita ciptakan humor-humor segar untuk membuat kita tersenyum dan tertawa sehat, bersedekah dan beribadah dengan menyenangkan hati dan pikiran diri sendiri juga orang lain. Yang penting kita masih menggunakan etika humor itu sendiri: tidak jorok dan tidak kebablasan (bisa menimbulkan ketersinggungan dan sakit hati).

Menghebtikan Kebiasaan Merokok

Rokok adalah salah satu alat yang membahayakan bagi kesehatan, ancaman rokok terhadap kesehatan tak hanya mengintai para penggunanya, namun juga orang-orang yang ada di sekitarnya. Menjadi seorang perokok pasif pun sama berbahayanya. Asap rokok yang mampir di hidung lalu terhirup paru-paru sanggup mengancam nyawa setiap saat.
Sayangnya, keputusan untuk berhenti merokok bukanlah hal yang mudah dilakukan. Zat adiktif dalam nikotin membuat para perokok merasa berat jika harus puasa rokok. Namun dengan niat dan keinginan yang kuat, Anda dapat dengan mudah lepas dari kecanduan merokok. Dengan mengikuti tips cara hentikan kebiasaan merokok ini insya Allah Anda akan terlepas dari ancaman rokok yang mematikan.
1. Kuatkan keinginan
Survey membuktikan, 15 juta perokok mencoba untuk berhenti merokok setiap harinya. Namun sayangnya, hanya 3% saja yang berhasil lepas dari ketergantungan rokok dalam waktu 3-12 bulan.
Jika Anda berulang kali mencoba berhenti merokok namun selalu gagal, jangan putus asa. Tak sanggup “berjuang” sendirian? Mintalah keluarga dan teman-teman untuk membantu Anda menghilangkan kebiasaan buruk ini dengan tidak merokok di dekat Anda atau menyingkirkan asbak di tempat-tempat yang sering Anda datangi yang membuat Anda kembali tergiur untuk merokok.
2. Ketahui efek samping rokok
“Peringatan pemerintah: merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin.”
Anda pasti akrab dengan slogan di atas, namun pernahkah Anda benar-benar mematuhi isinya? Namun itu cuma sebuah tulisan tidak berarti bagi perokok, karena mereka perokok tidak pernah mengindahkan selogan tersebut.
Menurut data dalam Surgeon General Report sejak tahun 1964 hingga kini, rokok telah merenggut nyawa lebih dari 12 juta orang. Dengan mengabdikan diri sebagai seorang perokok sejati, jadi Anda pun telah mendiskon usia Anda hingga 14 tahun. Anda masih ingin menyaksikan tumbuh-kembang buah hati Anda hingga dewasa nanti, bukan? Maka dari itu hemat uang Anda dan panjangkan umur Anda
3. Alihkan perhatian dari rokok
Hapuskan rokok dari kamus Anda dan sediakan hal-hal lain yang dapat menggantikan rasa tembakau di lidah Anda. Setelah makan rasa ingin merokok tak bisa lagi ditahan, namun kebiasaan merokok setelah makan dapat digantikan dengan mengunyah permen karet. Terbiasa merokok di waktu luang atau saat bengong? Cobalah manfaatkan waktu luang Anda dengan mendengarkan musik atau melakukan hobi yang telah lama ditinggalkan atau melakukan hal-hal yang menyenangkan yang membuat Anda lupa untuk merokok
4. Hilangkan aroma rokok
Asap rokok tak hanya merusak kesehatan, aroma rokok pun sanggup merusak suasana. Asap rokok dapat melekat dengan mudah pada pakaian dan furnitur, juga pada napas Anda. Ya, bersiaplah untuk tidak menerima kecupan manis dari si dia karena napas Anda bau asap rokok.
Untuk menghilangkan aroma rokok yang menyengat, semprotkan pengharum di setiap ruangan yang sering dihinggapi asap rokok. Jika rumah sudah wangi, maka sayang sekali kan, jika harus dikotori dengan aroma rokok lagi? Untuk menghilangkan bau mulut, selalu sediakan permen karet. selain menghilangkan bau mulut permen karet juga bisa memberikan rileksasi untuk mulut Anda

Lady Gaga

Ini dia si bintang sensasional penyanyi yang memiliki gaya unik sampai memberikan kesan dan pemandangan yang unik pula dan menarik perhatian, fasalnya gara-gara korset melorot, Lady Gaga jadi telanjang dada dihadapan banyak orang, terang saja kejadian ini sangat memalkan untuk Lady Gaga
Tidak butuh waktu lama bagi Lady Gaga untuk menarik perhatian saat mengenakan gaun bergaya punk rock di CFDA Fashion Awards, New York. Apalagi saat korset yang dikenakan pelantun “Born This Way” itu melorot, jadi gara-gara korset melorot, lady gaga telanjang dada deh”
Kejadian memalukan itu terjadi saat Gaga tiba di ajang penganugerahan mode tahunan yang diselenggarakan di Lincoln Center, Manhattan, Amerika Serikat, Senin (6/6), waktu setempat.
Saat itu, Gaga sedang mengenakan gaun berkorset rancangan Thierry Mugler. Gaga bermaksud berpose dengan meletakkan tangan di belakang kepala. Tapi apa yang terjadi? Karena gerakan tangan itu korset yang dikenakannya langsung melorot, membuatnya bertelanjang dada dan membuat Lady Gaga panik. Dia pun langsung lari tunggang-langgang menuju toilet terdekat. Demikian disitat Dailymail, Selasa (7/6/2011).
Walau begitu, insiden korset melorot itu tak lantas membuatnya berkecil hati. Gaga dengan bangga tetap mengucapkan terima kasih atas dukungan penggemar dan rekannya Mugler, saat dinobatkan menjadi ikon mode versi CDFA.
“Saya tidak percaya dapat berada di sini. Ini semua berkat sahabatku yang juga ada di sini malam ini. Saya benar-benar gugup,” ujarnya.
Itulah kabar tentang Lady Gaga yang mendapat malu gara-gara koret melorot yang membuat Lady Gaga telanjang dada dihadapan para fansnya
hehe untung baru korsetnya yang melorot, gimana kalau sampai pakaiannya lepas semua jadi telanjang bugil dong” :D

Manfaatkan Emosi sebagai Energi

Emosi merupakan energi jika kita mampu menguasai dan mengendalikannya. Membiarkan emosi menguasai dan mengendalikan diri kita hanya akan merusak dan menghancurkan diri kita.
Emosi merupakan potensi kekuatan yang tersembunyi pada diri setiap manusia.  Keberadaan emosi merupakan anugerah yang mendasari tingkah laku kita, serta merupakan bahasa komunikasi yang unik dalam diri kita dan dalam hubungan antarmanusia. Memanfaatkan emosi memang tidak biasa karena kecenderungan persepsi tentang emosi identik dengan destruktif bahkan ofensif. Persepsi seperti ini perlu diluruskan karena  memanfaatkan emosi berarti memahami fungsi emosi dalam kehidupan kita, sehingga kita dapat memanfaatkannya sebagai energi yang dapat meningkatkan kualitas diri dan kehidupan kita. Bagaimana emosi kita manfaatkan sebagai energi kehidupan? Mengapa kita perlu memanfaatkan emosi?
Kata emosi berasal dari bahasa Latin emovere yang berarti bergerak menjauh. Menurut Daniel Goleman (2002 : 411) emosi merujuk pada suatu perasaan dan pikiran yang khas, suatu keadaan biologis dan psikologis, serta serangkaian kecenderungan untuk bertindak. Berdasarkan pengertian ini, emosi pada dasarnya adalah dorongan untuk bertindak. Biasanya emosi merupakan reaksi terhadap rangsangan dari luar dan dalam diri individu. Emosi itulah yang mendorong individu untuk memberikan respon atau bertingkah laku terhadap stimulus yang ada. Dengan kata lain, emosi dapat dikatakan sebagai refleksi perasaan sekaligus barometer kestabilan perasaan. Reaksi yang timbul bisa berupa  kekecewaan, kemarahan, kekesalan atas kenyataan yang diterima. Karena itu, emosi bisa bersifat konstruktif maupun destruktif.
Sejatinya, semua yang bersentuhan dengan kehidupan kita memiliki manfaat dan bisa dimanfaatkan sebagai energi kehidupan itu sendiri, tidak terkecuali dengan emosi yang dalam kenyatannya merupakan bentuk perasaan, bersentuhan dengan hati, tingkah laku dan tindakan kita. Memanfaatkan emosi sebagai energi terletak pada kemampuan kita mengendalikan sifat destruktifnya, serta mengelola sifat konstruktifnya agar bisa seimbang dan menghasilkan tindakan-tindakan yang positif. Perlu kita pahami bahwa dalam kehidupan, kita bersentuhan dengan logika dan emosi. Dalam kenyataannya, emosi lebih sering mendasari tingkah laku dan tindakan kita daripada logika. Dengan demikian, kita juga perlu menjaga keseimbangan logika dan emosi agar kendali terhadap emosi semakin efektif.
Mungkin dalam benak kita sering timbul pertanyaan, mengapa kita memiliki emosi? Jawabannya sederhana. Karena emosi memiliki fungsi yang penting dalam kehidupan kita. Kita tidak bisa memanfaatkan emosi dengan baik tanpa memahami fungsi emosi itu sendiri. Emosi berfungsi sebagai penyedap rasa kehidupan yang membuat hidup lebih bergairah, bersemangat, bermakna dan berenergi. Menjadi pelengkap romantika kehidupan, sehingga hidup terasa lebih, indah, bernuansa, bervariasi dan bersinergi. Tanpa emosi, hidupa kan terasa hambar, datar, kaku dan monoton. Karena itu, emosi jangan ditekan dan disembunyikan terlampau dalam, bisa menghambat kedinamisan perasaan dan kehidupan kita.
Memanfaatkan emosi memerlukan cara dan media penyaluran karena tidak semua orang memiliki kemampuan mengendalikan dan mengelola emosi dengan cepat dan tepat. Awalnya, kita pasti butuh tempat melampiaskan emosi untuk paling tidak meredakan dan melegakan. Ada beberapa hal sederhana yang bisa dimanfaatkan sebagai cara menyaluran emosi yang positif.
Pertama, menangis. Secara psikologis, menangis mampu membuat perasaan menjadi lebih baik, nyaman, dan tenang karena tangisan dapat membantu menyingkirkan kimiawi stres dalam tubuh yang diakibatkan oleh dramatisasi perasaan dan dorongan emosi, sehingga bisa menurunkan kadar emosi, agresivitas dan depresi. Setelah menangis, perasaan menjadi lebih lega, sehingga energi berupa mood untuk melanjutkan aktivitas kembali terangkat. Energi inilah yang sebenarnya mampu mengendalikan agresivitas dari emosi destruktif kita dan dengan energi inilah kita lebih mampu mengelola emosi konstruktif agar lebih stabil dan diarahkan untuk melakukan aktivitas yang lebih positif.
Kedua,  menyalurkan emosi melalui kegiatan hobi seperti menulis atau melukis. Menulis merupakan media penyaluran emosi yang efektif  karena menulis dapat mengurangi tekanan perasaan, distress bahkan menyembuhkan trauma. Sewaktu menulis, kita melepaskan emosi destruktif menjadi serangkaian tulisan yang apa adanya. Energi dari emosi ini kita ekspresikan dan kita manfaatkan untuk menyusun kalimat dan mengolah kata-kata hingga menjadi sebuah ungkapan perasaan yang sebenarnya. Menulis diary merupakan hal umum yang dilakukan untuk mengekspresikan perasaan, sehingga tidak merasa tertekan dengan dorongan emosinya dan tidak takut untuk menutup-nutupi emosinya dalam wajah sebuah tulisan. Namun, lebih dari itu, emosi ternyata bisa menjadi energi sebuah tulisan. Coba kita perhatika beberapa tulisan fiksi. Emosi penulis seringkali berperan besar dan membuat tulisan tersebut justru semakin hidup karena tanpa emosi pelaku cerita, novel atau cerpen akan terasa “garing”. Katakanlah fiksi bisa menjual emosi penulis dan mengangkat emosi pembaca, terlepas dari sisi imajinatif atau realnya kisah yang diungkapkan. Ini merupakan bentuk pengendalian dan pengelolaan emosi hingga menjadi energi untuk menghasilkan sebuah karya yang bernilai dan bermanfaat. Demikian pula dengan lukisan, emosi pelukis dapat diekspresikan lewat goresan warna, sehingga tercipta keindahan dan makna yang dalam dari lukisan itu (tentu saja bagi yang mengerti  lukisan). Jadi, sesungguhnya emosi dapat dimanfaatkan sebagai energi untuk berkarya yang dapat menuntun kepada kesuksesan kita.
Ketiga, berbicara dan bercinta dengan Yang Maha Cinta. Keberadaan-Nya merupakan energi ruhani yang luar biasa. Menyalurkan emosi melalui hubungan dengan-Nya menjadi energi kehidupan yang sesungguhnya. Dalam hal ini, emosi berperan besar dalam membangun energi spiritual kita. Tanpa emosi, percintaan kita dengan Tuhan akan terasa hambar dan datar. Hubungan emosional dengan Tuhan didasari oleh kebutuhan akan Dzat Yang Maha, menumbuhkan energi untuk meminta, berupaya dan berserah dalam doa. Saat kita kesulitan, biasanya kita akan tenggelam, khusyuk dalam lautan tangis dan doa, sehingga kita merasa dekat dengan Tuhan. Jika kedekatan ini terus diaplikasikan dalam keadaan apapun, ini akan menumbuhkan kepercayaan, keyakinan, keimanan dan ketakwaan yang lebih terjaga, menjadi energi penuntun langkah hidup kita. Tuhan lah muara dari segala doa dan harapan kita, pelabuhan abadi cinta yang hakiki yang akan menuntun hidup lebih berenergi.
Jadi, manfaatkanlah emosi dengan mengelola dan mengendalikannya melalui cara penyaluran yang benar. E